Tabel periodik

Kobalt-60 (Co-60)

Kobalt 60 adalah isotop buatan yang diperoleh dengan menyinari kobalt biasa dengan neutron, dipakai untuk radioterapi dan untuk mensterilkan alat kesehatan serta sebagian pangan. Waktu paruhnya 5,27 tahun dan sinar gamanya yang menembus membuatnya berguna, dan sumbernya berbahaya begitu lepas dari pengawasan.

Bom kobalt yang menyembuhkan

Sebelum 1951, radioterapi dalam berarti radium — langka, mahal, dan cukup lemah sehingga tumor yang lebih dalam daripada beberapa sentimeter nyaris tak terjangkau.

Harold Johns di Universitas Saskatchewan membangun unit teleterapi kobalt 60 pertama pada tahun itu, dan mesin kedua merawat pasien di London, Ontario, beberapa minggu kemudian. Keduanya masih diperdebatkan keutamaannya.

Yang menentukan adalah ekonominya. Sumber kobalt dapat dibuat dalam reaktor dengan sepersekian harga radium, dan sinar gamanya pada 1,17 dan 1,33 megaelektronvolt menjangkau tumor yang tak terjangkau radium.

⚠️ Mesin itu disebut bom kobalt, istilah yang menua dengan buruk. Ia merujuk pada kepala berperisai, bukan pada senjata.

Dalam sedasawarsa teleterapi kobalt menjadi baku di rumah sakit seluruh dunia, dan kanker leher rahim, kepala dan leher menjadi dapat diobati di negara yang tak pernah sanggup membeli radium.

Yang menggantikannya, dan tempatnya bertahan

Akselerator linear telah menggeser kobalt di negara kaya. Mesin itu menghasilkan sinar X sesuai permintaan, padam sepenuhnya, dan membentuk berkas dengan lebih cermat.

Kobalt mempertahankan dua kelebihan. Ia hanya perlu listrik untuk menggerakkan perisainya, dan tak perlu tim fisikawan untuk tetap terkalibrasi. Di rumah sakit dengan pasokan listrik tak menentu atau staf teknis terbatas, alat kobalt bekerja ketika akselerator tidak.

WHO pernah membela kedua sisi. Kobalt lebih tangguh dan lebih murah dioperasikan; ia juga sumber yang tak dapat dipadamkan, harus diamankan seumur hidupnya dan dibuang sesudahnya.

⚠️ Gamma Knife, yang dipakai untuk tumor otak, masih memakai kobalt — sekitar dua ratus sumber kecil disusun agar berkasnya memusat pada satu titik. Tak ada yang lain memberi geometri itu sesederhana ini.

Mensterilkan dunia sekali pakai

Penggunaan terbesar menurut volume bukan pengobatan melainkan sterilisasi.

Jarum suntik, sarung tangan bedah, benang jahit, kateter, implan — hampir semua alat kesehatan sekali pakai disterilkan dengan melewatkannya, sudah tersegel dalam kemasan, melalui medan gama dari sumber kobalt 60.

Panas akan melelehkan plastiknya. Bahan kimia akan meninggalkan residu dan menuntut kemasan dibuka. Sinar gama menembus kardusnya dan memutus DNA segala yang hidup di dalamnya.

⚠️ Ia tidak membuat pangan menjadi radioaktif. Pangan tak pernah menyentuh sumbernya, dan sinar gama pada energi ini tak dapat mengubah inti. Keberatan yang bertahan dalam perdebatan publik tidak didukung fisika.

Rempah dan lalat buah

Iradiasi pangan di Indonesia bukan gagasan melainkan kegiatan berjalan.

Rempah membawa muatan bakteri tinggi karena dikeringkan di udara terbuka, dan merupakan komoditas ekspor penting. Iradiasi gama menurunkan muatan itu tanpa panas yang merusak aroma dan tanpa fumigan kimia yang kini dibatasi banyak negara.

⚠️ Alasan kedua lebih menekan: karantina. Beberapa negara tujuan mensyaratkan perlakuan terhadap buah tropis untuk mencegah masuknya lalat buah. Iradiasi adalah salah satu perlakuan yang diterima, dan bagi buah yang mudah rusak seperti manggis atau mangga ia sering satu-satunya yang tidak merusak mutunya.

Bagi Indonesia, ini menjadikan iradiasi soal akses pasar, bukan soal keamanan pangan dalam negeri. Perbedaan itu menjelaskan mengapa perdebatannya berbeda di sini dibandingkan di Eropa.

Sumber yang hilang

Sumber teleterapi bekas adalah tabung logam beberapa sentimeter. Ia mirip rongsokan. Ia memancar terus-menerus, tanpa suara, dan tidak dapat dipadamkan.

Pada Januari 2000, sumber kobalt 60 tak terpakai dari sebuah rumah sakit di Samut Prakarn, Thailand, dijual sebagai besi tua. Pekerja di tempat rongsokan memotong selongsongnya. Sepuluh orang teriradiasi berat, tiga meninggal.

Polanya berulang: Ciudad Juárez pada 1983, ketika sebuah sumber berakhir dilebur menjadi baja tulangan yang lalu dibangun menjadi rumah; Mayapuri di Delhi pada 2010, ketika sebuah universitas menjual iradiator ke pasar rongsokan.

⚠️ IAEA menyebutnya sumber yatim dan memelihara daftarnya. Bahayanya bukan karena kobalt 60 luar biasa berbahaya — melainkan karena sebuah sumber hidup lebih lama daripada lembaga yang membelinya, dan lembaga bisa tutup.

Identitas

Proton
27
Neutron
33
Nomor massa
60
Massa
59.93 ± 0.43 u
Kelebihan massa
-61.650 MeV
Spin
5+*

Kestabilan

Waktu paruh: 5.27 tahun

Keberadaan di alam

Tidak ditemukan di alam

Meluruh menjadi

Dihasilkan oleh

FAQ

Dari mana kobalt 60 berasal?
Ia tidak ada di alam. Kobalt biasa seluruhnya kobalt 59, dan menempatkannya dalam reaktor memungkinkan setiap inti menangkap neutron dan menjadi kobalt 60. Kanada, perintis penggunaan medisnya, tetap produsen utama berkat reaktor CANDU-nya, tempat batang kobalt dapat dimasukkan dan ditarik tanpa mematikan reaktor.
Mengapa kobalt 60 dan bukan sesium 137 untuk radioterapi?
Sinar gamanya lebih berenergi, 1,17 dan 1,33 megaelektronvolt berbanding 0,66 pada sesium, sehingga menembus lebih dalam dan menjangkau tumor yang tak terjangkau sesium. Kobalt juga logam padat, sedangkan sumber sesium berupa garam larut yang menyebar bila kapsulnya terbuka — kegagalan yang menyebabkan kecelakaan Goiânia.
Apakah pangan yang diiradiasi menjadi radioaktif?
Tidak. Pangan melewati dekat sumber dan menyerap sinar gama, yang memutus DNA bakteri dan serangga; ia tak pernah mengandung kobaltnya dan tak pernah menyentuhnya. Pada energi ini, sinar gama tak dapat membuat pangan menjadi radioaktif, karena itu memerlukan pengubahan inti. Prosesnya didukung WHO dan dipakai pada rempah, daging dan sebagian produk segar.
Apakah Indonesia memakai iradiasi pangan?
Ya, dan ini salah satu penggunaan nuklir paling nyata di sini. Fasilitas iradiasi gama beroperasi untuk mensterilkan alat kesehatan dan mengolah rempah, yang bermuatan bakteri tinggi dan merupakan komoditas ekspor penting. Beberapa negara tujuan mensyaratkan perlakuan iradiasi untuk buah tropis sebagai tindakan karantina terhadap lalat buah.

Semua isotop kobalt