Gas yang keluar dari batuan
Uranium terdapat di hampir semua tanah dan batuan — beberapa bagian per juta, lebih banyak pada granit, serpih dan fosfat. Ia meluruh dalam empat belas langkah sampai timbal, dan salah satu langkah itu menghasilkan radon 222.
Semua anggota rantai yang lain berwujud padat, terkurung dalam butir mineral tempatnya terbentuk. Radon adalah gas mulia. Ia lolos.
Ia bergerak melalui pori dan rekahan tanah, dan di tempat tanah bertemu bangunan ia menemukan jalan masuk. Rumah yang lebih hangat sedikit lebih rendah tekanannya daripada tanah: ia menyedot udara tanah lewat retakan lantai, celah pipa, dan sumur resapan yang tak tertutup.
⚠️ Di udara terbuka ini tak berakibat — radon mengencer sampai beberapa becquerel per meter kubik. Di dalam ruangan ia menumpuk, dan di ruang bawah tanah berventilasi buruk di atas tanah granit ia bisa mencapai ratusan atau ribuan.
Mengapa gas lembam berbahaya
Radon tidak bereaksi dengan apa pun dan tidak menetap di tubuh. Dihirup, sebagian besar diembuskan lagi.
Kerusakannya datang dari apa yang ia menjadi. Dengan waktu paruh 3,8 hari, sebagian radon di dalam paru meluruh di sana — menjadi polonium 218, lalu timbal, bismut dan polonium 214.
Itu logam padat. Mereka menempel pada debu dan aerosol di udara, mengendap pada dinding saluran napas, dan memancarkan partikel alfa dari jarak sangat dekat, ke jaringan yang tidak dapat melepaskannya.
⚠️ Partikel alfa hanya menempuh beberapa sentimeter di udara dan tidak menembus kulit, yang membuatnya tak berbahaya di luar tubuh dan paling merusak di dalamnya. Seluruh energinya tersimpan pada lintasan sangat pendek melewati sel-sel yang dilaluinya.
Bangka, dan sisa timah
Indonesia punya persoalan radioaktivitas alam yang khas, dan asalnya bukan granit melainkan timah.
Penambangan timah di Bangka dan Belitung berlangsung berabad-abad. Bijih timah datang bersama mineral lain, di antaranya monasit — pasir yang kaya torium dan mengandung uranium.
⚠️ Torium dan uranium itu tetap tinggal setelah timahnya diambil, menumpuk pada tailing dan pasir sisa olahan. Bapeten menggolongkannya sebagai TENORM, bahan radioaktif alam yang terkonsentrasi oleh kegiatan manusia, dan telah melakukan pengukuran berulang di kawasan itu.
Persoalannya berlapis. Pasir monasit adalah limbah bagi penambang timah dan sumber daya bagi siapa pun yang berminat pada torium — bahan bakar nuklir yang berkali-kali dibicarakan di Indonesia. Bahan yang sama adalah masalah lingkungan dan cadangan energi sekaligus, bergantung pada siapa yang bicara.
Iklim yang membantu
Ada satu hal yang meringankan di Indonesia, dan itu iklim.
Radon menumpuk di ruang tertutup. Rumah di iklim sedang dirapatkan untuk menahan panas, dan pengetatan demi hemat energi memperburuknya — makin sedikit pertukaran udara, makin lama yang masuk bertahan.
Rumah tropis dengan ventilasi silang, jendela yang lama terbuka dan sedikit ruang bawah tanah cenderung menunjukkan kadar radon dalam ruangan yang rendah.
⚠️ Itu bukan jaminan. Bangunan ber-AC yang tertutup rapat, gedung bertingkat dengan basemen, dan rumah di atas tanah berkadar radioaktivitas tinggi tetap perlu diukur. Kecenderungan pembangunan perkotaan Indonesia justru menuju bangunan yang lebih rapat, bukan lebih terbuka.
Sebuah pipa dan sebuah kipas
Perbaikannya bersifat mekanis dan murah.
Depresurisasi bawah lantai berarti menembus lantai beton, menurunkan pipa ke lapisan kerikil di bawahnya, dan memasang kipas di ujungnya yang menyala terus-menerus. Kipas menahan ruang di bawah lantai pada tekanan sedikit lebih rendah daripada rumah, sehingga gas tanah keluar lewat pipa dan dibuang di atas atap alih-alih masuk ke ruangan.
Ia menurunkan radon dalam ruangan sebesar 80 sampai 99 % dengan harga sebuah peralatan rumah tangga.
⚠️ Menambal retakan jauh kurang membantu daripada yang diduga orang. Beda tekanan yang mendorong gas itu masih ada, dan ia akan menemukan jalan lain. Penambalan dilakukan sebagai pelengkap kipas, bukan penggantinya.